31.1.10

turun dalam rupa cahaya


Tulisan ini mengalir begitu saja ketika aku resap mendengarkan satu album airport radio-turun dalam rupa cahaya. terima kasih aira. salam hangat :)


photographed by Alfonsus lisnanto gathi


Preambule


Lambat, di antara bentangan yang menghitam di sekitar tubuhku. Kakiku mulai merangkak hangat di dekat . Semua berbalik menggertak tubuh-tubuh di kegelapan dan bertanya tanya tentang tubuh di dalam kotak . Aku mencium tubuhku sendiri, tanpa berujar siapa kamu atau aku. Rahasia rahasia yang terbongkar lebar di depan mata hanyalah lalu lalang menyerang rekam kotak kotak abjad, gambar, aliran-aliran renyah darah. Perbincangan pikiran dimulai melalui kaku. Kutukan kutukan dan perbincangan yang datang menyerang aku, aku tidak terlalu kaget tentang segala sesuatu yang bernama keajaiban. Duniaku semakin rapuh, kaki kaki berjejal melewati masa masa rekam. Pohon pohon bicara mengetukan cara melarikan beberapa rekam-rekam aliran, kalender hilang dan detak jantung di dalam batang. Aku menghardikmu dengan cepat. Tubuhmu berkelebat. Keengganan yang luar biasa, rintih tubuh menggeliat. Aku melipat. Itu dunia? Lalu semacam kegetiran yang berasal dari peluang. Peluang lalu lalang , dalam aliran menggertak tubuh-tubuh.


Jalur gaza


Kaki kaki lari mengelilingi kamp, dentuman senjata hebat menguak. Aku mulai lamban , pikiran enggan. Semua riuh, dunia gemuruh. Tenda lirih, titik titik merah meluap melewati perbatasan . Aku menggigit luapan ketakutan. Sendiri. Aku melewati batas yang tak terlihat. Ada apa diantara genggam seribu doa ?
Kekuatan apa yang menghancurkan rintihan. Dunia mulai melihat keabadian adalah perang yang darah, dalam otak mulai gertak. Kitab-kitab berceceran dimana-mana.
Aku menghamba pada siapa ? konflik merekat dalam sepatu sepatu kaki kaki lari mengelilingi kamp. Aku meringkuk, menggenggam kedua jari, merapal mantra-mantra dalam dongeng-dongeng yang aku dengar. Aku melakukan ibadahku sendiri, tersenyum sendiri. Semuanya mulai melihat setiap lekuk rumah langit. Apakah orang-orang akan terus berlari mengelilingi batas imitasi? Apakah orang-orang akan menggertak sepatunya dengan kekuatan doa dari tuhan ? Senjata-senjata menjadi mainan hebat ,aku kuat. Menggengam kedua tangan, meringkuk tubuh .



pengantar pesan mimpi


Mata-mata memuncak memasuki labirin, aku entah, aku masuk dalam sejarah aib yang mulai menarik tanganku untuk membuka beberapa catatan-catatan usang. Sirna dia dalam kedip ketiga. Mata mata meluapkan lusuh. Lusuh yang menghambat perulangan. Aku mulai enggan dengan semuanya.

Perkembangan macam apa yang kau inginkan, hingga kuku ini menjadi berwarna hitam dalam hitungan sekian detik. aku menatap lukamu yang basah, dari balik jendela. Diluar hujan, aku tahu kau datang bersama peri yang dikirimkan seorang suci dirumah kedua. aku menyebutnya mara. Apa saja yang kau hendaki jika belantara yang kedua itu adalah semacam warni yang terus saja menginjak. Pura-pura aku tidur, diendapkan, kau cium dahi, berlalu. Ribuan yang berhati adalah jika kau mulai menaikkan pertanyaan basi berulangkali, mengetik ke alamat sama dalam waktu sekian detik, aku mendelik, habis.
Ribuan karma menghambur diudara, aku bertemu anjing yang melonglong, aku gedor pintu, aku ludahi lantai, pukul dua puluh tiga lebih seperempat. Duduk menggigil dengan rokok basah terkena hujan, kunyalakan berulang-ulang. Aku menepi di tembok, mendengar batuk batuk wajah tua di ranjang reot, wajahmu aku memelukmu. Aku tahu, kau mencari ibuku.
Lalu pertengahan malam, aku memulai janji dengan mara, aku mencari peri santa yang katanya selalu menyentuh kedua bahuku. Jadi ada perbincangan dengan rindu, dia beranjak meninggalkan ruangan seperempat kotak, pagi itu, tanah basah setelah hujan, aku mengintipmu. tembok mengais rembesan basah hujan. aku lepas sandal, aku duduk di tanah basah, dinginnya tak terkira. aku mara.



turun dalam rupa cahaya


Lingkaran lingkaran membuyar di kepalaku, menebak jalan-jalan yang bisa kita lalui, apakah aku memerlukan peta untuk membuatmu utuh? Kaki melangkah dengan kekuatan entah.Dia adalah nama-nama yang memuncak , dua bernama angka, lalu kita berani untuk mengungkapkan kesetaraan. Aku entah, mendalam hebat, siapa yang akan menangkap beberapa rahasia ? apakah kita akan memecahkan bersama? Kita duduk jarak tujuh kaki, senyummu mengambang. Kamu tidak disini. Aku rasa begitu. Ribuan aroma yang terbang hinggap di kepala-kepala . kupu-kupu mengintip perbincangan kedua tubuh sepi, pikiran membabi buta. Jari-jariku meregang, aku menangkap hentakan sinarmu , dalam jarak tujuh kaki. Aku menciummu, aroma sirnamu.Kau berulang kali menyanyikan ketakutan-ketakutan. Aku ingin memelukmu, lingkaran-lingkaran kecil mengelilingmu. Beberapa yang harus kita pecahkan diantara kedua. Lingkaran- lingkaran kecil membuyar dalam jalan-jalan. Jari-jari merekat.


lonely when I’m better


Peninggalan adalah ketika beberapa episode yang kita lalui mulai membayang dalam jawaban-jawaban di kota kota, wajah lipat, aku dentang. Aku mulai masuk kedunia yang beradu, lalu tak ada yang mengerti, mengapa kita harus melalui jalan-jalan ini sendiri ? Di jalan-jalan jejak kita, aku menemukan cerita tentang mencium kedua tubuh terjaga. Apakah aku harus membungkam beberapa yang membuat kita tak berwarna ? Aku rasa itu tidak perlu. Kesendirian yang datang adalah pikiran yang bertepuk tangan. Kita akan melaluinya dengan gejolak dan gelak. Semuanya membuat kita menjadi langkah. wajah-wajah berhamburan, aku menemukanmu dimana-mana. Tubuhmu tidak disini. Aku tahu itu. Aku sendiri , pikiranku membelah diri.


kupu-kupu besi


Getaran itu membuat wajah bergeliat , aku memuncak. Ribuan kata tak diam di dalam kepala. Aku kalap. Kau lelap. Didekat ranjang, rima rima tak beraturan menangkap perbincangan tubuh kita.



noise never end


Kesenangan hinggap di perjamuan malam kita, tubuh tubuh satu tubuh. Lampu lampu pijar di tengah pesta membungkam keraguan rasa yang rancau. Rapuh itu melalu perbincangan yang kesekian kali kita lakukan. Ini tentang hantam, dendam, lebam. Aku memulainya dengan jeda. Kau bisa melanjutkannya sendiri. Keriuhan berbicara siulan yang menentang . Tubuh tubuh tergeletak , angkasa menertawai jingga. Sedalam apa yang harus kita ketahui tentang kata-kata yang kita umbar, senja itu. Kursi mati adalah teman yang akrab, kami pulang dengan tangan dendam, Riuh muncul bermacam keriuhan melempar ribuan utuh . aku mulai bermasalah dengan perjanjian yang kita buat. Keriuhan apa ini ? berganti-ganti meluap , kita tersedak. Kita tersedak. Apa yang harus kita lalui ? Semu membayang obralan macam-macam di kursi kursi kayu coklat, di depan altar memperbincangkan keriuhan pikiran. Tubuhku diam, pikiran bergerak banyak. Hantam.



Ray manzarek


thewhiskyagogothewhiskyagogothewhiskyagogothewhiskyagogothewhiskyagogothewhiskyagogo thewhiskyagogothewhiskyagogo



thewhiskyagogo




From the eye


Kalenderku hilang satu dimakan tikus rakus, aku tersedu meratap nasib tikus yang rakus. Malam legam aku lalui di kamar sempit bergumul dengan kalender –kalender usang. Seringkali aku mulai upacara sendiri. Perbincangan yang malam , lebih entah aku ketahui .Semacam harapan yang gelagap. Sakit-sakit yang lalu membayang kelu. Aku meredam. Perbicangan sontak. Angka-angka berhamburan menyerangku, tanggal tanggal telanjang menyerang tubuhku. Angka-angka berhamburan , tanggal tanggal telanjang mendekam dendam. Aku terhimpit sempit. Jalan-jalan yang kita lalui, senyum-senyum di jalan hambar, meringis palsu, aroma kota , bangunan romansa , angka –angka berhamburan menyerang tubuhku. Kalenderku hilang satu, kesakitan tumbuh kelu. Aku tidak pergi kemana-mana, sakit itu dalam tubuhku. Sakit-sakit yang lalu membayang kelu. Angka-angka berhamburan menyerangku, tanggal tanggal telanjang menyerang tubuhku. Kalenderku hilang satu, kesakitan tumbuh kelu. Aku tidak pergi kemana-mana, sakit itu dalam tubuhku. Aku tidak kemana-mana, menyadari sakitku sebagai adanya. Malam legam aku lalui di kamar sempit bergumul dengan kalender –kalender usang.Gelap sontak menjadi benderang.


Solving Labyrinth


Aku kembali melalui jalan-jalan yang sering kita lalui, jalan jalan penuh himpitan dan senyum senyum redam muram, mengenakan gaun ungu kesayanganku, menyala rokok menghisap kerap, asap-asap terbang. Kemana ?





Ke surga, pikirku.


Asmarandhana


Permainan di dalam dadu yang kita putar melesap hebat di kepala-kepala. Aku mulai hanyut di beberapa kartu , melaluinya dengan hangat. Semuanya merayap melesat di etalase. Pintu itu merah, kita gelisah. Duniaku terbelah lelah. Konsep-konsep berputar di sekeliling riang. Pengumuman dipasang hilang. Dimulainya senyuman, perbincangan mata-mata, jari-jari merekat, tawa candu, risau suara, tali mati.
Aku menghilang tanpa melupakan yang ada bayang. Kami mulai berjejalan dengan lipatan-lipatan ayat. Perbincangan mata-mata merapal tubuh, hangat malam, luapan-luapan yang berujar. Permainan dimulai, dadu dadu merayap hebat di kepala-kepala. Lalu kita melaju. Tak ada akhir cerita ini, kau bisa meneruskan sendiri.



artwork by anang saptoto

27.1.10

Catatan tentang Rabu : Meditasi, yoga dan diskusi belajar pluralisme dari Yoga.

Selamat pagi, aku ucapkan untuk semesta, memasuki taman yang begitu sejuk di balekambang. Segera saja aku menyiapkan matras di sudut taman dengan beberapa teman, Rabu pagi ini dimulai dengan meditasi. Duduk sidhasana , mata terpejam, pikiran memuncak begitu adanya , sangat riuh tentunya. Inilah kesadaran yang nyata ,menyadari kesakitan itu sebagai kesakitan begitu adanya. Menyadari berbagai macam pikiran yang lalu lalang begitu adanya. Entah, ketika kita mulai berkeinginan kosong atau tidak berkeinginan pun itu hanyalah pikiran. Pikiran ini melesat dengan cepat. Aku menyadari saja. Entah , ketika kita ingin tenang. Itu hanyalah pikiran saja. Pikiran-pikiran, produk pikiran yang imitasi saja, aku tidak melawannya, hanya menyadari saja begitu adanya.Sadari keriuhan itu menjadi keriuhan , perlahan akan diam dengan sendirinya. Ya, pada umumnya , orang-orang yang sedang dalam kondisii tidak enak, putus asa, menyerah, sakit hati akan bertindak dengan bersenang-senang, jalan-jalan atau mencari kesenangan lainnya. Rasa sakit hilang , tapi itu imitasi. Sakit-sakit itu akan datang dengan cepat lagi, dimanapun kapanpun itu ketika kita melawannya dengan senang-senang. Aku lebih nyaman bermeditasi, ketika menyadari kesakitan itu adalah kesakitan, yang aku rasakan adalah sakit luar biasa, dan aku menyadarinya itu sakit. Meditasi pagi hari ini sangat riuh, sakit, aku tahu itu. Udara yang begitu sejuk, kicauan burung yang berpesta, semut-semut kecil yang mulai merayap di kakiku, aku sadari itu sebagai adanya. Aku tidak melawannya untuk berpindah tempat. Karena begitu adanya.


Setelah 30 menit bermeditasi, aku gosokkan kedua tangan. Tanganku menjadi hangat, aku usapkan saja ke muka, seperti aku bersentuhan dengan energi semesta, pagi ini hangat. Rileks tubuh ini melakukan pemanasan dengan meregangkan otot dan seluruh persendian, seperti leher, tangan, bahu, pinggang, dan kaki. Kemudian melakukan pranayama , yaitu semacam pernapasan untuk mendetok racun yang ada di dalam tubuh. Pranayama hari ini adalah so hum. Merilekskan tubuh, duduk sidhasana (sila) atau bisa juga dengan duduk Bajrasana (bersimpuh) kemudian SO tarik napas, kedua tangan mengepal tarik atas, HUM (baca ham) keluarkan napas, kedua tangan mengepal tarik kebawah. Lakukan ini serileks mungkin, jika capek. Istirahatlah. Karena di dalam yoga tidak ada paksaan apapun. Kita bisa melakukan ini sesuai dengan kemampuan tubuh sendiri-sendiri. Sohum adalah bahasa sansekerta yang maknanya adalah "saya adalah" , getaran sohum merujuk diri pribadi yang paling dalam, lewat napas mengenali tubuh sendiri.


Pranayama selanjutnya yaitu Anulom Vilom atau Nadi Shodhan, melakukan ini dengan duduk brajasana, tariklah napas melalui lubang hidung kanan. Lalu tutup lubang ini, dan hembuskan napas melalui lubang hidung kiri. Teruskanlah bernapas dengan perlahan-lahan dan stabil melalui lubang hidung kiri dan kanan secara bergantian. Tetap gunakan ibu jari dan jari kelingking untuk menutup lubang hidung. Pernapasan melalui lubang hidung kanan adalah matahari sedang dari lubang kiri adalah bulan, keduanya memiliki pengaruh dominan atas keseluruhan kehidupan.Menarik oksigen lebih banyak dan mengeluarkan karbon dioksida lebih banyak. Terapi ini baik sekali untuk kesehatan.



Tubuh rileks, menyadari sejuknya udara pagi di taman, aku dan beberapa teman melakukan beberapa asana kucing, kobra, setengah pohon dan suryanamaskara. Kenapa para yogi menamai asana-asana ini sesuai dengan nama binatang atau tumbuhan ?. Beberapa ribuan tahun yang lalu para yogi ini bertapa, menyadari kehidupan di sekitar gunung-gunung Himalaya. Para yogi menemukan bagaimana berbagai binatang secara instingtif menyembuhkan diri mereka sendiri, rileks, tidur dan tetap terjaga. Yogi-yogi ini bereksperimen dengan postur-postur hewan pada tubuh mereka sendiri dan setelah melalui banyak penyesuaian kembali melalui intuisi yang dalam, mereka akhirnya menciptakan sebuah rangkaian latihan fisik yang sistimatis yang dinamakan “Asana”.



Yoga ditutup dengan savasana, tubuh terlentang, tangan terbuka keatas, menyadari pernapasan, menyadari anggota tubuh dengan sangat rileks. Savasana ini untuk merilekskan sekujur tubuh dan memberinya waktu untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Hasilnya, bisa meredakan beberapa gangguan seperti sakit kepala dan kelelahan. Savasana juga bisa membantu menormalkan tekanan darah, detak jantung dan mengatasi sulit tidur.

Yoga hari ini membuat tubuh dan jiwaku segar, setelah beryoga aku bertemu dengan Bapak imron, beliau adalah dosen filsafat Psikologi UMS, kami berdiskusi tentang belajar pluralisme dari Yoga. Kami beryoga bersama tanpa memusingkan latar belakang agama, paham, idealisme yang berbeda-beda. Kami tidak memusingkan sekelompok yang mengharamkan Yoga. Pesan yang dibawa yoga sifatnya universal, tidak membedakan agama, gender, ras, golongan, usia, status sosial atau label-label lainnya.Semua dapat berlatih yoga. Semua punya hak untuk merasakan manfaat yoga. Ya , yoga adalah karunia bagi alam semesta dengan segenap isinya. Yoga dapat menjadi sarana berlatih menjadi manusia bebas namun tetap dalam koridor demokrasi tanpa melupakan kodrat perbedaan semua. Selamat beryoga, salam :)

NB :
Untuk teman-teman yang tertarik ikut yoga bersama, bisa bergabung di taman balekambang Solo, Setiap Rabu jam 06.00-07.00 Wib dan Sabtu jam 07.00-08.00 WIB.


Photographed by Adia prabowo

22.1.10

Stella and berry

Illustrated by Alfonsus lisnanto gathi

Stella and berry. They are two strawberry fruit that grows on a thorn bush in strawberry plantation area owned organic epirilia.
hiks.hiks.hiks Stella was crying, she was sad because berry is very annoying. Today, Berry was selfish, he plays himself and doesn’t take stella. So, Stella was busy entertaining herself. Stella all day singing "strawberry mars". Look stella singing:



Straw straw berry berry

Stella stella happy happy

Happy happy syilili syilili


Stella’s singing and dancing happily. Ouch .. you know what? stella was sweating and she breaks, trings !Stella had an idea to make cotton candy. Yes , strawberry cotton candy taste. She went to the kitchen and made cotton candy . Stella has made 10 buckets of cotton candy. The aroma was tempting, Berry instantly ran to stella. Then, Berry asked for candy. Stella was annoyed with berry. But because stella wants to play with berry , so she gave candy to him. Oh happy Oh happy, Stella and berry enjoy cotton candy and then played together, sang mars strawberry :


Straw straw berry berry

Stella stella happy happy

Happy happy syilili syilili

15.1.10

Kamera (ingin) menjadi aku, aku (ingin) menjadi kamera.

artwork by Ign Ade
Lihat, duniaku menjadi gerakan yang semakin asyik aku gerakan. Semacam ada pembauran angka-angka. Aku tidak menggali, berdiri menjadi satu. Dengan segala hal yang menjadi tubuh-tubuh berjalan disekitarku.
Ada energi lampau yang datang menguak. Hey saat aku mulai menjadi bagian lucu dalm hidupku, aku merayu, bualan-bualan datang dengan lantang. Siapa kamu ? Menghardik kedatangan yang menyimpan beberapa resapan di lipatan buku.Diam-diam aku menguap, melakukan pertanyaan yang amat tidak hebat. Tetapi kenapa kita harus menjadi hebat ?
Konsep-konsep menjadi sampah dalam detik, waktu berlalu semacam pemabuk. Aku mengganti , mengunci kalender, membalikkan jam tangan menjadi bisu. Kau mulai merangkak hebat, aku tidak tahu apa hebat. Ini dia tentang jalan-jalan, genggaman tangan, kameraku mulai menitikkan air mata.

Tetes keluar, aku keluar, meluapkan perbincangan dengan kamera.

Kamera lahir dalam tubuhku, di suatu hari, ditumpukan hadiah dari tuhan. Lalu aku mulai melakukan perbincangan dengan kamera. Perbincangan tentang senyuman, titik titik mata, aku menangkap kerlipan cahaya. Oh ya kita jalan-jalan.Mataku menjadi mata-mata, kamera melayang, menampar pikiranku.

Aku mulai teringat peraturan kamera-kamera. Aku tak peduli peraturan-peraturan itu. Lihat beberapa mengendap, aku tidak berusaha untuk menangkap dengan peraturan-peraturan kamera. Kau tahu? kamera mengembang senyum.

Lalu kita bergandengan tangan, jalan-jalan merasakan perbincangan mata kamera dengan energi yang menyerap gerak semesta. Sesuatu itu yang menempel dalam tubuhku, seperti kamera-kamera yang berjejer di etalase toko, terbungkam. Lalu meledak, lalu berputar dari tangan satu ke tangan lainnya.

Kulitku menangkap gambaran-gambaran cuaca, kamera menangkap gambaran-gambaran cuacaku. Mataku menyimpan bermacam bahasa, kamera meluap berbahasa dengan tubuhku.Aku bersenandung la la la la , kamera menangkap membisikkan ruang gambar aku ber la la la.Perjanjian -perjanjian terulang berulang kali dalam tubuh-tubuh kamera, dalam tubuhku kamera.


Tubuhku kamera, melewati luap tempatku. melewati semua. tubuh-tubuh kamera.

9.1.10

Ini kebunku : kebun Kakkataka .


Illustrated by Alfonsus Lisnanto Gathi
Kakkataka ! ucapkan mantra ini jika masuk ke kebunku, ucapkan dengan bibir mengembang, kakkataka akan menambah energi semangat untuk kehidupan kita. Selamat datang , mari bermain bersamaku dalam kebun segar Kakkataka , kakkataka, kakkataka .
Mari kita berkenalan dengan gogo, ya gogo adalah temanku yang baik hati, gogo adalah wortel bermata tajam, kulitnya berpelangi , dia mempunyai mantra ajaib syalala. Gogo itu ajaib, dia mempunyai awan merah cerah, gogo siap mengantarkan ke negeri impian mana saja. Gogo bisa mengantarkanmu ke negeri astral, negeri apel hijau, negeri pangeran bermata kilap dan negeri impian yang warna warni atau gelap pun, gogo siap mengantarkan. Jika kau bertemu gogo, jangan lupa ucapkan syalala tiga kali ya. Oia, jika aku sedang tidak mood, gogo sering membuatkan jus wortel, tapi dia bisa merubah jus itu menjadi jus pelangi. Jus pelangi yang bisa membuat tubuhku melayang, terbang ke angkasa menuju taman bermain gogo dan kita akan bermain bola hula hula. Yaitu permainan melempar bola hula-hula, jika kita berhasil menangkap bola dari lawan secara tepat, kita akan mendapat bonus permen wortel ajaib. Permen wortel ajaib ini bisa menahan rasa lapar selama tiga hari. Biasanya aku bermain bola hula hula dengan gogo dan gomy. Gogo, gomy dan aku suka bermain bola-bola hula hula sampai kakiku ringan. Oia di kebun kakkataka tidak mengenal waktu , jadi kau tidak akan menemukan jam, menit atau detik sekalipun. Kebun kakkataka mengenal masa "sekarang" aja.
Jika aku dan gogo kelelahan, gomy akan mengajak ke negeri asalnya, yaitu negeri astral. Gomy itu berbentuk lingkaran hitam dengan wajah lucu putih, kedua mata hitam menebal. Gomy mempunyai keahlian untuk bermain angka-angka, dia sangat update dengan perkembang teknologi. gomy menciptakan pesawat terbang dari buah melon. Pesawat melon berwarna hijau ini bisa diubah menjadi laboratorium gomy. Dengan sekejap dia akan menciptakan permainan layang-layang daun semangka, biasanya sebelum aku menerbangkan layang-layang. aku menuliskan kata-kata di daunnya. Kata-kata bisa sampah serapah, impian atau sapa menyapa teman-teman.Permainan layang-layang ini sangat mengasyikan. satu hal lagi tentang gomy, jika energinya melemah, aku akan membawa dia ke kebun bunga bunga bunga.Kebun ini masih di dalam area kebun kakkataka. Di kebun bunga bunga bunga gomy bisa dipulihkan dengan aroma bunga-bunga. ada bunga luta, bunga loli,bunga melmel dan lain sebagainya.
Disebelah kebun bunga bunga bunga, ada rumah melayang berbentuk brokoli. Rumah itu dihuni oleh tiga sahabat yang lucu, yaitu si brokoli "bronz" si jagung "ronz", dan si ulat "lato". Rumah itu mempunyai nyanyian wajib yaitu bronz ronz lato oh lala. Jika kau masuk kesana , jangan lupa untuk menyanyikan bronz ronz lato oh lala. Rumah ini sangat melayang, bronz ronz dan lato mempunyai kebiasaan menghisap daun sanca hulahula. Sekali menghisap kau akan melayang dan tertawa terpingkal pingkal. Kau bisa memainkan bunyi-bunyian dan mendengarkan musik musik lola loli di garasi brokoli. Hidangan yang aku sukai dari rumah brokoli ini adalah daun sanca. Menghisap daun sanca itu menggembirakan. Jika ingin tertawa-tertawalah.
Kehidupan di kebun kakkataka sungguh berwarna warni, tetapi kadang gelap putih juga. Aku bisa betah sekali untuk bermain-main disini. Kisah pahitnya adalah jika ada anggota kebun yang ngambek atau marah, mereka membuatku pusing. Jika mereka ngambek, tanaman di kebun kakkataka akan rusak. Dan aku harus memperbaikinya lagi. Dalam keadaan energi lemah seperti ini , datanglah si stella dan berry. Mereka keluarga strawberry merah cerah . Stella dan berry suka memperoduksi gulali strawberry. Aku suka sekali dengan gulali strawberry ini, karena bisa membuatku bersemangat lagi. Dapur stella dan berry ini juga nyaman sekali, ada beberapa ramuan gulali dan lemari buku yang sangat lengkap sekali. Aku menyebutnya perpustakaan dapur stella berry . Aku bisa membaca kisah kisah seru dari tuan joker, paman alpha, negeri matahari di perpustakaan seru stella and berry.
Kebun kakkataka yang bermacam -macam ini membuat hidupku menjadi mengembang , kadang juga mengempis. Kebun kakkataka tidak hanya membuat aku gembira, kadang juga membuat aku bersedih. Aku sukasekali dengan energi kakkataka. Hai, silahkan bermain ke kebun kakkataka. Salam hangat dariku , si nonit si gadis mungil kebun kakkataka. Aku ditemani oleh sahabat terbaikku si keriting coklat si nannan. Nonit dan Nannan akan merawat kebun kakkataka dengan penuh gembira. Hai hai dari gogo, gomy , bonz, ronz, lato, stella dan berry. jangan lupa, ucapkan mantra : kakkataka, Kakkataka, Kakkataka.

7.1.10

Halo, "mimpi kara" masuk dalam masyarakat sepatu-sepatuku !

mimpi kara

Ini adalah teman baruku, aku pertama kali bertemu dengannya di sebuah toko sepatu bernama maisy di sepanjang jalan mataram Yogyakarta. Selasa, 5 januari 2010. Siang yang panas itu aku ditemani lelaki bermain ke tempat itu, telapak tanganku dingin menyentuh teman baruku yang putih bersinar. Aku menyebutnya "mimpi kara". Hai mimpi kara, mari bermimpi indah. Kenapa aku memberi nama "mimpi kara "? Mimpi adalah perbincangan aku dengan sekitarku, Kara dalam bahasa kawi berarti telapak tangan. Dalam bahasa turki, kara berarti teman . Kara adalah bersinar , itu disebutkan dalam sansekerta. Jadi nama mimpi kara mengingatkanku tentang pertemuan pertama dengannya, "telapak tanganku dingin menyentuh teman baruku yang bersinar". Selamat datang "mimpi kara" dalam masyarakat sepatu-sepatuku. Mari berteman dengan baik, mari bermain dalam suka dan duka. Salam :)


Aku juga ingin menyapa masyarakat sepatu-sepatuku, mereka adalah :

Si pison

Si Pison memang racun yang menakjubkan. Si pison ini menemaniku dalam cuaca kemarau atau penghujan. Si Pison memang sangat setia, aku sudah berteman dengan sepatuh putih suka suka ini selama dua tahun.Tahun 2008, si pison istirahat tenang. Terima kasih si pison.


Ambika Shangmu

6 juni 2008, aku bertemu dengan sepatu berwarna putih di sebuah toko bernama Paris.sepatu putih ini aku beri nama Ambika shangmu, diambil dari bahasa tibet yang berarti "the kind heart one". Semoga Ambika ini selalu sabar menemani ketika aku berjalan-jalan, berlari-lari, berputar-putar,dan berloncat-loncat. Salam senang penuh cita, Ambika shangmu :)



Ngonpo
11 agustus 2008. Aku bertemu sepatu sederhana ini di paris. Sepatu ini aku beri nama #},-.}- ngön-po. Dalam bahasa tibet ngön-po berarti biru. Aku baru pertama kali ini membeli sepatu berwarna biru. Hai ngonpo, baik -baik ya sama aku :)



Ambika Jr

sepatu warna warni berjejeran di sebuah rak . Sepatu dalam berbagai rupa seperti berebut untuk bilang, "hey, pilih aku, pilih aku ! Sejak dari rumah, batin berkata untuk menyapa sebuah sepatu putih. Entahlah mengapa, sejak kecil aku menyukai sepatu berwarna putih.Mata tertuju di sebuah pojok rak, sepatu putih yang manis menyapaku, dia sungguh manis seperti ambika.Dan aku pun setuju, ambika pun pasti juga senang bertemu dengan teman barunya. Dia yang manis , aku menyebutnya ambika jr (junior).



Aloka

Selasa, 3 maret 2009, aku dirumah lelaki, dengan senyumnya yang khas si lelaki memberikan sebuah kotak. Pikiran ini terus mengejar dan HAP.Di sebuah kotak itu berisi sepatu red polkadot yang sungguh lucu. Kami pernah memperbincangkan tentang sepatu ini ketika kami melewati sebuah toko sepatu. Ya, aku hanya berkomentar dan dia pun begitu.Dan selasa penuh senang itu,si lelaki memberikan gift yang sungguh cantik itu untuk aku. Terima kasih yah. Warna merah dari sepatu ini sunguh membuat mata terbelalak. Energinya sungguh kuat. Dengan senang hati aku menyebutnya ALOKA. Dalam bahasa Pali, aloka berarti cahaya. Aloka yang bercahaya , kau mewarnai hari hariku. cheers :)


Ini adalah cerita dari masyarakat sepatu-sepatuku, mereka selalu bersama menemani hari-hariku dalam suka dan duka , berjalan dan berlari, kesana kemari, begini begitu, ini itu. Masyarakat sepatu-sepatuku terima kasih yang besar.

6.1.10

here's a greeting from your biggest fan : Happy Birthday, Dad, 'cause "You da man!"


januari-januariku terbangun dalam cuaca yang berbeda, dengan senyum hangat , melekat teringat wajah sendu ayah yang redam cuaca berbeda. Aku melangkah keluar menyusuri jalan dengan napas entah, jari-jariku meregang dengan tunjuk yang hangat. Lalu aku menerima segala perbedaan dalam januari yang berbeda setiap tahunnya. aku melangkah jalan, melepas topi lingkar dikepala. Aku tutupkan dada sesak, Lihat ayah : "dijalan-jalan yang sering kita lalui masih tersimpan jejak kaki mungil dan kaki kaki tegas, langkahmu". Aku berangka 7 tahun waktu itu, berjalan dengan penuh tanya tentang rumput-rumput yang membuat kaki geli, aku tersenyum sendiri.
Kartu-kartu yang tidak tersimpan rapi di lemari coklat ruang tamu, aku lekat hangat di atas jari-jari di januari pagi, aku teringat tentang kartu-kartu yang ayah kumpulkan, kartu joker, kartu pos dari sahabat, kartu ucapan bermacam-macam, kartu buatan sendiri yang kita gambari dengan pensil. Kartu-kartu berbau ayah, sendu aku merindu .
Kamus merah berwarna cerah darimu tergeletak di pinggir tidurku, aku buka berkali-kali, aku baca berkali-kali. Kamus merah cerah itu membuatku bermimpi untuk mengunjungi berbagai macam negara, situs situs , tempat-tempat asing yang aku yakini akan aku datangi dalam nyata duniaku. Ayah, kamus merah cerah itu membuat energiku bergairah menenun mimpi indah.
Aku melewati rumah lampau, teringat tentang senyumanmu membelikan satu bungkus rokok untuk kakak lelakiku yang ketahuan merokok di sudut ruang rumah kecil.Ayah diam dan meminta kakak untuk menghabiskan satu bungkus rokok dalam satu jam. Aku teringat wajah ceria ayah yang pertama kali mengajariku bermain dadu di suatu sore sepi bersama kedua saudara lelaki yang dini . Monopoli adalah mainan favorit yang membuat senyum kita mengembang. Aku duduk berjam-jam di sudut rumah kecil, aku melihatmu dari belakang. Ayah bersemedi, aku mendengar dag dig dug dan kecamuk pikiran ayah. Ayah, aku dibelakangmu.
Botol-botol mati di dapur mengingatkan ayah yang menyimpan anggur putih di dekat lemari makan, ketika usiaku 10 tahun aku bertanya tentang botol botol itu, ayah selalu bilang itu obat. Aku rekat,

sampai sekarang aku tidak mengelap sepeda miniku yang basah dari air hujan. ayah pernah bilang air itu akan mengering dengan sendirinya.Ayah aku rindu, hujan-hujanan di depan rumah. aku selalu ingat hujan serah di depan rumah itu.Untuk bapak , ayah, dad ..mari kita bermain main lagi. Senyumku mengembang, tangisanku kenang.



6-01-2010 : You're strong and smart and filled with love-A gift to me from up above, So here's a greeting from your biggest fan : Happy Birthday, Dad, 'cause "You da man!"