11.9.09

Persephone : neraka

Membuka kabar berkali-kali, aku mulai menghamburkan macam macam yang di bungkus yang diberikan hades di negerinya.Warna dan warn dan kilau dan kerlip, kau bisa melanjutkan kilau sendiri. Orang-orang menyebutnya neraka, aku tidak merasakan bahwa ini adalah neraka, Hades mengerti bagaimana dia memanjakan perempuan dari bawah tanah yang terbang ke nuansa yang orang menyebutnya gelap. Aku tidak merasakan bualan -bualan orang orang tentang neraka atau gelap itu sendiri. Bagaimana mungkin di negeri hades atau garis miring neraka seperti awam menyebutnya, banyak sekali bingkisan kejutan yang menakjubkan. aku bisa saja menemukan tongkat ajaib yang membuat duniaku tidak kesepian lagi, aku bisa membuat berhektar-hektar ladang jagung di negeri ini. Ah..jika Demeter mengetahui benar-benar kenyataan neraka ini. Pasti dia ingin masuk neraka disini dan segera membuat ladang jagung berhektar-hektar dan segera membuat program variasi jagung dengan warna cerah lainnya, mungkin merah atau ungu warna kesukaanku. oh Demeter, jangan rindukan aku, karena negeri neraka disini tidak begitu neraka seperti pikirmu , Demeter.
Tongkat itu dianggap mati oleh makhluk-makhluk disini. Tongkat-tongkat itu seperti budak yang bisa dipakai kapan saja, mengubah dunia menjadi kemauan oleh "aku" yang tertempel dalam tubuh "aku" di negeri ini. Mereka menyebutnya neraka, aku menyebutnya rumah dengan kelebihan luar biasa dengan nyinyir di kepala .Ketika memasuki dunia hades, kau tidak akan pernah berpikiran bahwa ini neraka, dunia hades adalah dunia keakuan yang luar biasa, jika kau masuk kedalamnya, seperti kau masuk dalam tubuhmu, mengalir darahmu , resap tulang, dunia tubuh itu.Tak heran jika kamu mengulang berbagai peristiwa , kau akan menghampiri semacam perputaran memori dan serangan yang cukup hebat di kepala. Tetapi satu hal, aku suka dengan tempat ini, aku jadi teringat Demeter akan mimpinya tentang ladang jagung dan gandum, berjejalan kenangan, membuat derap langkah dan sesuai yang berhamburan kata, kau tidak akan melawan apa yang disebut sakit. Sakit itu sakit. Aku cocok dengan tempat ini, jadi ketika orang-orang menyebut negeri hades adalah neraka, mereka hanya diawang-awang, mengawang, karena awam belum pernah masuk kesini sebenarnya. Aku tahu Demeter resah, menungguku pulang, aku disini , merasakan negeri yang meraka katakan tentang neraka. Oh mereka diawang-awang.



Persephone terpejam menengok dunia bawahnya, kelap kelipnya akan wajah Demeter, daqri Cronus dan Rhea.

Solo, 11 September 2009

No comments: