10.9.09

Persephone : matahari

Demeter memuncak, melihat jari jari kaki yang tegang , akan berlari kemana? Demeter seperti mengungkapkan sebuah kabar kemarahan.Lunglai namanya, tubuhnya tak bisa mengenal titik rahasia yang membuat wajahnya simpul. Demeter , wajahnya merah. Dia berteriak keras, menyebut nama persephone berkali-kali.Dia hanya ingin mengungkapakan berkas sampah yang mengendap dalam pikiran, mungkin semacam gambaran jalan-jalan sore dengan persephone, teh hangat di meja coklat persephone, buku harian coklat yang tergeletak di rumput kuning, terinjak-injak kakinya sendiri. Demeter di ruang besar, langit menertawakan dengan warna ungu sore .Demeter mencari-cari bayangan sendiri, bayangan lari diculik menuju ke perapian rumah. Kakinya seperti berkata, Persephone aku ingin menginjak hitam bayang tubuhmu. Persephone kau dimana ?

UNGU (Persephone)

Dunia bawah aku menyebutnya, menjadi semacam taman bermainku. aku suka sekali membuat sirup buah anggur. Aku hanya ingin mengingatkan, aku suka sekali membuat sirup buah anggur, yang warnanya ungu. Ketika aku duduk diam di sudut dunia bawahnya. aku memejamkan mata, pikiranku bertemu dengan kawan-kawan dari negeri buah semacam apel merah, wortel orange merekah, lobak, lemon, pisang, cherry dan semacam kawan lainnya. Mereka berlarian , menyukai taman bermainnya. berlarian bersama kawan-kawan. Aku mulai kebingungan, bagaimana menyadari gerak teman-teman ketika terpejam? wortel, apel, lobak, pisang, lemon , cherry berlarian kencang dalam pikiran. Bagaimana aku menyadarinya ? Teman-teman berputar, ketika aku gusar. Aku duduk diam, mata terpejam, teman-teman dalam negeri buah pikiran berlarian kencang hebat. Aku mengamati saja, begitu adanya. Biarkan kencang, biarkan sesak, sadari begitu adanya. Oh itu apel, itu wortel, itu lemon, itu lobak, itu dia. kacau, ricau itu adanya. Lingkaran berwarna ungu semakin mendekat, lekat di tengah kedua belah mataku. Menghembuskan napas, membuka mata pelan, aku ingin sekali ke taman belakang membuat sirup buah anggur, yang berwarna ungu. Lingkaran ungu itu pelan-pelan menyelemuti tubuhku, apakah ini ?
Tubuhku menjadi ungu bersinar, ah di atas sana helios, dewa matahari sedang panen. Ini bukan pesta kejutan, yang benar kilaunya menjadikan tubuhku menjadi semakin panas. Apakah ini yang dimaksud dengan perbincangan dengan helios?
Tetapi mataku. tak sanggup menjangkau, sinar itu mengacaukan, sinar itu tiba-tiba seperti menyerang tubuhku , gumpalan gumpalan terbang dari langit menyerangku. Aku tak bisa bergerak, gumpalan itu menali mati tubuh ungu. Beberapa ricauan datang, mataku lemah, aku seperti menangkap hades dalam gumpalan itu. Mungkinkah helios bekerjasama dengan hades untuk menghancurkanku ?

Solo, 10 september 2009

No comments: