10.9.09

Persephone : hijau


Lalu meradang menjadi cairan yang aku telan dengan sejuta asa, aku mandi berkali kali dengan bayangan beberapa orang dikepala, leher mengangguk, aku tak tahu, apa itu. Apakah ini semacam perbincangan bawah sadar dengan yang lain atau makhluk yang kiranya benar benar disekitar, aku meraung sejadi-jadinya dengan warna merah yang cukup megah, satu cangkir yang tak tahu entah di malam dan gelisah duduk dibumi yang kurang binar. Dia adalah sejuta asa dan tak tahu menahu, aku malu, aku malu dengan tubuh yang tak asli lagi. Disentuh dengan bahasa dan aku begitu racau.
Dia adalah sepasang mata yang mati aku tak tahu berapa harga mati itu. Itu cairan merah masuk dalam tubuhku mataku sayu, aku melagu tak tahu alur. Siapa yang memasukan dalam tubuhku. Aku begitu malu.
Oh gelap tak ada yang tak karap, dia makan, dia malam yang lalai dan dungu. dia dan dia selalu berada dalam pikiran tentang tokoh yang berakting .lamaran-lamaran yang dikrim berkali kali tak pernah tersampaikan, apakah kau putus asa ? atau bosan mengumbar ?semacam curhat dibilang kelu, duduk duduk di payah hari, aku nona, katanya dan dua dua melulu tak tahu begitu lagu, aku kemudian menjadi semacam beberapa yang tak hambar aku tahu itu
Lalu aku berbicara apa, aku saja begitu ricau, kau tahu perbincanganku, atau jangan jangan memang aku mendua dalam bahasa, dalam duniaku dalam keluku, aku tak tahu menahu.siapa kamu? Lagu? Atau sebanyak itukah para burung akan memangsa kulit di dalam kesal dan aku tak akan berkata bahwa aku adalah pikiran itu. Aku pikiran itu. Di dalam itu ada tertawa, ada cairan merah ada karap, ada lalai, ada kaya, ada semacam pesan pesan yang tak tersampaikan,aku bangun dengan burung burung yang begitu peluh . Dan malam perjanjian yang tak pernah datang. Atau aku putus asa menunggu yang belum datang
Siapa gerangan itu? Aku kemudian duduk di bawah temaram, sudut ruang yang tak akan dilahap. Aku kembali berjalan menyusuri jalan dengan gaun hijau kesayangan, menyala rokok di hisap mulut hitam. Masam, kerap aku berjalan melihat perempuan yang hanyut dengan rajutan, sore itu dunia dunia..

Solo, 9 september 2009

No comments: