18.9.09

Panorama Sore : .Ibu membiarkan aku menangis.

Kemudian ibu membuat sirup berwarna merah,. Entah itu rasa buah apa. Ibu memotong pepaya menjadi bentuk bintang, aku suka itu. Tetapi kakakku lebih suka potongan pepaya yang berbentuk bulan sabit. Wajahku menekuk, aku suka diam, jika kakakku berulah.


UNTUK JUM'AT

Ibu membiarkan wajahku menekuk, tanganya sibuk membuat bulan sabit . Pepaya merah itu menjadi bulan sabit yang sangat banyak. Di wadah transparan kuning, kakakku menunggu ibu memotong bulan sabit. Pepaya menjadi bulan sabit. Wajahku menekuk, aku kesal, marah. Aku lari meninggalkan bulan sabit, ibu dan mengumpat dalam hati . Kakakku berulah. Aku lari ke halaman. Mengambil tongkat kakek yang tersimpan di gudang belakang rumah. Aku menggambar bintang besar disitu, menangis tersedu sedu. Mengutuk kakakku yang berulah. AKU BENCI BULAN SABIT.AKu menggambar bulan sabit disamping bintang.Mencorat corat bulan sabit bercapur kekesalan di tanah , resah resap. Ibuku berkali kali memanggilku, tetapi aku tidak menggubris. Ibu datang kepadaku.

Aku bilang :" Ibu aku ga mau pepaya berbentuk bulan sabit"

Ibu mengusap rambutku, aku menangis tersedu.Ibu membiarkan aku menangis.


Solo, 18 September 2009

No comments: