16.9.09

Ma, mimpi indah ya

Hai dengan segala yang tercipta. Tak ada yang aku ingin ungkapkan tentang keinginan. Jika beberapa darimu adalah bualan yang mencoba menjadi hukum. Beberapa mungkin aku tak membicarakan keinginan. Lagu lagu yang sama terdengar di waktu yang berbeda-beda , aku hanya berbentuk seperti stella, kau mungkin yang menjadi seperti action figure yang terletak di komputer kerjamu (mungkin)

Kenyataan bahwa ini semacam duka dan orang-orang menganggap ini tidak gila, biasa saja. Tiba-tiba engkau membicarakan mimpi tinggal di negeri swiss, katanya damai. Aku mengangguk, menghisap asap (mungkin)


Siapa yang bilang kalau sepatu yang bau itu mengganggu, sepatu itu bisa saja bernilai berharga sekali, jika engkau melemparkan ke wajah muka sorotan kamera yang disiarkan di berbagai negara. ya itu mengangguk, mengajak menikmati semangkok mie dengan tambahan cabe dan kornet yang membuat duniaku seperti aku tinggal di barcelona, melukis bersama vicky. Dan kami menyanyikan mars penyembah berhala.

Siapa yang tahu tentang keakuaan ? keinginan?

Mama memanggilku di tengah malam, aku ke dapur , mengambil air putih segelas dan menemui mama, aku bilang : ma, mimpi indah ya :)

No comments: