19.9.09

Kartu pos Wortel untuk kapanpun aku mau

Diam diam melihat kembali kendala yang melipat duniamu. Tentang racun yang aku bosan mendengarnya. Berkali kali mendengar entah khotbah , menghuyung tubuh di peluk rindu. Ya, rindu katamu. Aku tak harus melafalkan dengan jelas lewat mulutku. Bisa saja kapanpun itu. Semacam pergerakan jarum yang bisa saja aku balik sesuka, aku.

KARTU POS

Sebentar, melipat kartu pos yang sudah aku gambar di sore itu. aku tidak memilih kartu pos harvest di tumpukan supermarket, kata ibuku kartu pos itu mahal. Jadi aku diam saja.Padahal aku tertarik dengan kartu pos bergambar anak kecil berpeci bersepeda biru. Aku merajuk, meminta dibelikan lem. Lem kecil yang tutupnya warna merah, harganya duaratus rupiah. Ibu mengabulkan permintaanku.Aku pulang dengan lem di tangan. Membuka laci ayah, tumpukan kertas berhamburan. AKu memilih warna putih kecoklatan, dua lembar saja. Dibalik itu aku menggambar wortel kesukaanku, warnanya pelangi, matanya ada dua, Sangat tajam,aku menggambar gogo . Aku menggambar wortel yang sangat banyak dengan titik titik pelangi yang sangat banyak pula. Selesai sudah, aku bingung harus menuliskan apa di kertasnya.

Jadi nak, besok kartu pos dikirimkan kakak ke aceh ?

aku sudah membuat kartu pos, gambarnya wortel , warnanya pelangi, tapi aku ga mau ditulisin..

kok wortel ? bikin lagi ya nak, yang gambar ketupat, dibawahnya ditulis mohon maap lahir batin

Lho bu' bulan kemaren khan aku sudah menulis surat sama gambar ke kakak, aku menggambar mickey mouse warna merah, terus aku minta maap soalnya poster mickey mouse kesayangan kakak aku robekin.Jadi sekarang gambar ketupat gtu ya?

iyah nak, ayo gambar yang bagus..besok dikirim ke kakak yah

(tanganku mencorat coret kertas coklat milik ayah)






aku menggambar tujuh wortel kesukaanku, ada warna merah, kuning, biru, hijau, orange, ungu aku campur campur jadi satu. Aku mengirim kartu pos itu untuk kakakku, aku bilang ke ibu aku bisa mengirimnya kapanpun.Wortel merah aku kirim hari senin, wortel biru aku kirim hari selasa, wortel hijau aku kirim rabu, wortel orange aku kirim kamis, wortel ungu aku kirim jum'at, wortel campur campur lainnya bisa aku kirim sabtu dan minggu. Ibuku tersenyum dan menyentuh bahuku lembut , pukpukpuk.



Solo, 19 September 2009

No comments: