20.8.09

Pesta sabun

Oh apa yang kau tahu tentang sabun ? sabun bertumpukan di supermarket yang berbicara tentang kulit etalase , aku bisa saja memilih rasa bengkoang, tea, papaya, apel dan semacam aroma menyengat. Aku bingung memilih beribu ribu sabun di tumpukan, Sabun sabun wangi yang menjajakan tentang wajah putih, kuning, merah, hijau atau bisa saja disebut pelangi. Kemudian yang dititipkan ibuku adalah sabun yang wangi dan tidak mewah.
Sabun oh sabun, dia melayang ke udara, menyerang tenggorokan , saluran penciumanku yang kerontang. Dalam hembusan tak berwarna. Apa itu sabun wangi ? wangi apa ? benarkah itu sabun ? jangan jangan itu bukan sabun?
Tanganku mulai menjelajah di area sabun yang tak beralamat, pikiranku berloncat hebat, ada sabun yang geram , ada sabun yang genit, ada sabun lucu, ada sabun yang haus, ada sabun yang warnanya tidak original. Itu hanya dalam pikiran. Aku tak tahu lagi harus memberi label apa. pikiranku menangkap itu saja. Aku teringat ibu yang membawa sabun, membuka kertasnya , menaruhnya dalam wadah kecil dalam kamar mandi rumah. Dia selalu bilang. Ini bukan sabun mewah, tapi dari dulu eyang selalu memakai ini. Oh aku mengangguk saja. aku menciumnya, tidak begitu wangi.
Aku seperti masuk dalam bak kamar mandiku, aku masuk bersama ibuku, aku masuk ke supermarket, aku memasuki lorong sabun, diatas sabun itu ada warna warna yang berbeda sekali dengan warna bungkusnya. Aku menguap melihat sabun terbungkus merah, tetapai aku melihat residu biru di atasnya. Wanginya menyengat. Aku semakin menyelam, ke lorong sabun, aku menemui sabun berwarna hijau tua bungkusnya, aku melihat itu bukan hijau tua tetapi hitam, sangat wangi. Aku terus berjalan memasuki lorong lorong sabun, bertemud engan sesosok pembeli lainnya dengan gaun yang berbeda. Aku seperti masuk dalam pesta sabun.Pesta sabun dimulai, aku semakin masuk dalam bak air, aku melihat ibu dari belakang, aku mengikuti ibu, aku tidak melihat punggungnya, aku melihat sepatu putih ibu di lorong supermarket di dalam bak kamar mandi.
Aku berhenti di sudut sabun berwarna ungu gelap, balon balon kecil menabrak mukaku, aku kerontang, aku kerontang, warna merah mengalir deras dari hidungku. aku keluar dari bak mandiku.

Solo, 13 agustus 2009

No comments: