22.8.09

MANIPULASI

Diawali dari gemericik sebuah ruang aroma pasta gigi mint , sabun wangi pepermint, menginjak mani sendiri, gemericik dan mint berbaur dalam sebuah ruang .Dan satu cermin di hadapan tidak menjelaskan apa-apa.Kecuali gambaran gambaran tentang geliatnya manusia di bulan pertama , isyarat tubuh tubuh manusia di malam muda, dan rekatan rekatang untuk menambal wajah.
sosok itu menggelembung dalam cermin yang kecil dalam aroma mint sebuah ruang tentang dingin. apakah manusia benar benar memerlukan kehangatan ?


tidak.
yang diperlukan manusia adalah komputer berkapasitas besar untuk menampung koleksi film porno, pulsa untuk berkomunikasi, sendal jepit untuk buang air di WC, celana dalam untuk menjaga agar alat kelamin tidak lecet, koneksi internet untuk membuka Facebook di kantor, kalkulator untuk mengkalkulasi pemotongan gaji karyawan, obeng kembang untuk membobol komputer baru di sebelah meja HRD dan seperangkat Blackberry agar selalu terlihat trendy. Tapi kenapa manusia seolah-olah membutuhkan Blackberry untuk dapat memenuhi syarat sebagai mahluk yang modern? Bukankah Nabi Adam AS dalam tetap hidup hingga ratusan tahun bermodalkan air, unta dan kurma?


Bukankah Nabi Adam AS dalam (yang benar itu dapat, maaf) tetap hidup hingga ratusan tahun bermodalkan air, unta dan kurma?


Pikiran pikiran berpesta dari tahun ke tahun. Mengintip tindak tanduk umat yang ada di dunia. Mulai melakukan habitat habitat megah, modern, lucu. Oh makhluk yang begitu rindu. Rindu akan titik senyum. Pikiran pikiran berpesta. Menciptakan titik titik senyum di handphone, titik senyum di TV, titik senyum di kondom, titik senyum di blackberry. Kau tahu ? titik titik senyum itu adalah jeratan membuat terlupa kesadaran sederhana makhluk.

Saya teringat tetangga saya, bernama Michael adam, dia begitu bangga dengan titik titik senyum di mobilnya, di sepatunya, di kacamatanya, dan diantara ribuan titik titik senyum yang merekat dlam bangunan mewah rumahnya.

Michael Adam adalam cucu dari Nabi Adam AS.Cucu seper tak terbatasnya. Michael adam ternyata mengembangkan titik titiksenyum yang melekat dalam air, unta, kurma . Menjadi beranak pinak.pikiran pikiran semakin berpesta. Membentuk titik titik senyum dalam materi materi kerinduan.

sekarang titik-titik tersebut membuyar ke jagad raya dan dilebur oleh semesta. meleleh dari gletzer-gletzer di Kutub Utara dan mengalir ke sungai-sungai di kolom urat bumi. berlayar bersama sepasang nelayan di laut lepas, menguap dibawah kuasa terik sinar matahari, menggumpal diantara peluk awan dan akhirnya jatuh lepas ke bumi.

membasahi rumput-rumput termahal di dunia yang terawat rapi di stadion Old Trafford, Manchester. menetes dari atap restoran Hergetova Cihelna di Praha. mengalir di pucuk kanopi CBGB yang kini sudah diambil alih oleh John Varvatos, serta menggenang dan menjadi kubangan kecil di depan cafe sepanjang Champs de Ellyses.

semua seakan-akan tidak menjadi apa-apa, tapi mereka lupa.

Christopher Adam sudah berkelana ke sepertiga bagian dunia, tapi dia tidak menemukan apa-apa. dia hanya menemukan udara dingin di Swiss, curah hujan yang tinggi di daratan Inggris Raya, hingga pekik gemuruh suporter Boca Juniors di Argentina. Christopher merasa tidak menemukan apa-apa. tapi dia lupa.

bahwa masih ada makna yang terselip di antara deretan kursi penonton di Old Trafford, di sela-sela display summer editionnya John Varvatos dan di baris-baris menu yang ditawarkan cafe-cafe di depan Arc de Triomphe.

makna yang tersembunyi.




dan Christopher Adam adalah anak bungsu dari Michael Adam


Solo, akhir april menuju mei 2009, firman prasetyo & Tria Nin

No comments: