22.8.09

magdalena, supermarket, katedral


















Magdalena bercermin,bersolek dengan gincu

..ia hendak bersantap malam dgn Yesus,berkencan dan beradu mesra..

Ia menatap poster Yoko Ono bertelanjang dada
yang terpaku di dinding kamarnya
bertuliskan: FREEDOM!

Magdalena Magdalena
menanti pembebasan, berharap tak dilacurkan

Magdalena Magdalena
berharap menjadi Ono
dan Yesus adalah Lennon..

Malam lebam, pesta ria penuh gincu dan madu
di kamar hotel kelas melati

Magdalena merintih. . .menggapai surga. . .mengharap pembebasan

Magdalena bergincu terpaku
semua menjadi semu
Lennon tertembak,dan Yesus disalibkan dalam supermarket

Terdiam,sunyi,
Poster,OnO,freedom
Memori yang terkuak. . .

Magdalena membisu. . . .
(matanya melirik pada sang Buddha..)

..melati yang dituju
..kali ini tanpa rintihan

Magdalena menjadi cermin, lapis lapis gincu resap
..Magdalena adalah poster poster di kota
Magdalena adalah pagi, masup dalam kotak jeruji
Magdalena mengenggam
Mengalungkan rosario , senyum sidharta

Magdalena dan yesus jalan jalan ke supermarket
Berhenti sunyi di dekat daging merah

magdalena merekah
cawannya tertumpah

bukan nirvana yg dituju
bukan di sana
ataupun di sini. . .

magdalena berdarah
semerah gincu
berbalut candu

darah orang terbuang,doakanlah kami
darah orang - orang jalang,doakanlah kami
darah para pelacur,doakanlah kami
darah para budak,doakanlah kami
darah para pemabuk,doakanlah kami

seperti ada tertulis: 'Tidak ada yg benar, seorangpun tidak'

"aku" menjadi kitab "aku" menjadi kitab
entah suci ataupun tidak
"aku" tersusun dari abjad abjad


Magdalena, menyentuh lembut poster di dekat kasir supermarket : "bukan benar, bukan salah".

Solo, 22 agustus 2009
gabriel achille ratti & Tria Nin

No comments: