15.6.09

Catatan harian tentang meditasi di mendut :perbincangan semesta : pikiran berpesta : AKU FANA


"Meditasi".  pikiran menangkap duduk lama berjam-jam dengan mata tertutup, atau melihat objek apa pun di sekitar kita. Ya, itu adalah semacam produk pikiran yang berkembang dalam masyarakat awam. Tetapi meditasi yang saya alami dalam retret MMD di Vihara Mendut tgl 5 - 7 Juni '09 ini tidak semata duduk diam saja, tetapi menyadari gerak pikiran, menyadari gerak tubuh, baik ketika duduk bersila, berjalan, berdiri, melakukan kegiatan rutin seperti makan, minum, mandi, tidur dalam penuh kesadaran, tanpa metode apa pun. Jadi, ketika pikiran ini datang dan kacau, saya menyadari begitu adanya. Ketika tubuh mengalami ketidaknyamanan, kaki kesemutan, pegal, saya menyadari begitu adanya.

Di hari pertama, 5 Juni, malam itu seperti gudang pikiran saya berteriak. Saya duduk diam dan pikiran visual, seperti potongan dalam film. melihat gambaran tentang pembunuhan, melihat darah, melihat pisau; pikran ini begitu kacau balau. Saya mengamati, saya tidak menolaknya. Melihat ketidaknyamanan yang muncul, belum reda, tapi saya sadar, ketidaknyamanan itu begitulah adanya.

Di hari kedua, ketika saya bermeditasi jalan, saya berjalan biasa saja, tidak pelan, juga tidak cepat. Saya sadar berjalan. Di waktu jalan, ada sebuah pikiran menggelitik agar saya berbelok ke arah lain. Saya pun menyadari langkah saya. Entah, langkah kaki ini berjalan lurus saja, padahal pikiran menginstruksikan untuk berbelok ke arah lain. Entahlah, saya terus saja berjalan, menyadari langkah, dan bibir mengembang senyum. Saya juga tidak tahu kenapa. Entah.

Saya bermeditasi di bawah pohon. Ketika itu pikiran reda, tetapi di tubuh saya terasa ada aliran listrik yang mengalir dari kaki saya, kemudian naik ke tubuh saya sampai ke kepala, hingga tubuh bergerak sendiri, padahal tidak ada instruksi apa pun dalam pikiran. Saya sadari saja. Kebingungan masih merayap.

Di hari ketiga --pagi itu jam tiga lebih, entah-- saya berjalan biasa di halaman vihara. Saya melihat bulan di langit. Saya melihatnya lama. Tak terasa bibir ini mengembang senyum. Oh, saya tersenyum. Saya sadari itu. Kemudian saya berjalan menuju kamar mandi. Ketika berada di dekat kamar mandi, mata saya tertuju pada pelat nomor mobil, G-8604-BF, saya jadi teringat tentang hari ulang tahun saya di tahun 2004, sahabat saya memberi selamat yang direkam di kaset. Dan setelah itu, saya pun sadar, itu hanya pikiran. Esok, 8 Juni, adalah hari lahir saya. Entah, ini semua perbincangan antara semesta, pikiran menangkap realitas dalam pelat nomor mobil. Dan saya pun tersadar: Hey, selamat memperingati hari lahir. Aku fana.

Mendut, 7 Juni 2009

No comments: