18.5.09

Catatan harian : tentang menstruasi, pernikahan, kelahiran (17-05-09)

saya akan memulainya dengan warna merah.Hari ini adalah hari kedua saya menstruasi.Pagi ini biasa saja, bangun siang dan ragu ragu mempersiapkan akan datang atau tidak ke acara pernikahan teman.Dan masih seperti biasanya juga, saya harus masuk kerja dan bersenang-senang.Sebelum berangkat kerja, Ibu memasukan kotak makanan bertutup merah saya ke dalam tas. Jadi saya tidak tahu isi makanan di dalam kotak makanan saya.Ritual ini terjadi sudah puluhan tahun.Ketika saya TK,SD, SMP, SMA, kuliah, kerja Ibu tidak bosan menyiapkan kotak makanan untuk saya.Pernah ketika kelas satu SMP,tubuh saya demam panas, perut sangat sakit dan ketakutan melihat darah merah keluar dari tubuh saya.Saya hanya menebak-nebak saja, apakah ini menstruasi seperti yang digambarkan guru SD dalam pelajaran IPA.Kemudian saya bercerita ke Ibu. Dia bilang saya sudah dewasa.Saya membaca raut wajah ibu dan meminta satu keinginan, jika saya sudah dewasa, saya tidak mau kotak makanan ada dalam tas saya, saya tidak mau dianggap seperti anak sd yang harus membawa bekal. Ibu tersenyum, meyakinkan saya, bekal makanan tidak selalu menunjukan bahwa saya masih kecil. Kebiasaan in iditanamkan ibu karena saya harus berhemat. Mata sembab dan saya berkata lirih, menstruasi juga tidak selalu menunjukkan bahwa seorang gadis telah dewasa.Ibu diam kemudian mengambil satu bungkus pembalut dari lemari.Dia meminta saya untuk memakainya.Rasanya tidak begitu nyaman.Awalnya memang perih.Dan sekarang pun sudah terbiasa, 13 tahun menstruasi dengan beragam cerita, beragam suasana dan mood berputar.Saya pun menyadarinya.

Oh pikiran kembali berjalan,saya sudah sampai di tempat kerja. Di depan gedung megah tempat saya bekerja, seorang teman akan melangsungkan upacara pernikahannya.Pernikahan adalah perempuan dan lelaki, janji, bunga wangi, pakaian terbaik,photo-photo, indah, makanan, minuman, teman, pesta, bersalaman dan pergi.Saya masih ragu-ragu apakah akan datang atau tidak.Kemudian saya mengirim pesan pendek ke seorang teman yang dua malam sebelumnya berjanji akan memberi kabar apakah akan datang atau tidak ke acara ini. Tetapi sampai detik ini pun, dia tidak memberi kabar. Saya mengirimkan pesan lagi ke teman ,apakah datang atau tidak. Beberapa menit kemudian, dia bilang sudah di luar gedung pernikahan.Saya memintanya untuk menunggu saya sebentar.Tetapi tidak ada balasan.Saya menelpon, tetapi tidak diangkat. Dan beberapa menit kemudian, dia mengirimkan pesan sudah di dalam gedung megah pernikahan. Entah, saya tidak tahu sebab apa, tapi saya merasakan keganjilan dan sedih begitu luar biasa.Tiba-tiba lutut lemas. Begitu risau, begitu kicau.tiba-tiba saya memutuskan untuk tidak menghadiri upacara pernikahan.Melepas gaun hitam terbaik dan mencuci muka riasan wajah.Dan saya pun membuka tas dan mengambil kotak makanan dari Ibu. Saya duduk di sofa sendiri menikmati nasi putih, sambal dan bandeng goreng tanpa topeng.Di siang lalu lalang pesta di depan.

Tentang sebuah pesan dari seorang teman,siang ini saya berkomunikasi dengan sahabat saya, widhie namanya.Widhie memberi kabar ,kakaknya sudah melahirkan.Tubuh menjadi lemas membaca kelahiran , pikiran berkecamuk dan teringat peristiwa di masa lampau pada tahun 1991. Waktu itu senja, Ibu ke rumah tetangga yang akan melahirkan.Dan saya pun mengikuti ibu dari belakang.Sampai di rumah kecil itu, Ibu melarang saya masuk.Banyak orang berlalu lalang, saya diam-diam masuk rumah itu. Melihat darah , melihat merah.Saya pun menangis sekencang-kencangnya.Ibu kaget, dia membalikkan badan dan menggendong saya pulang kerumah.Setelah itu, tetangga sibuk menyiapkan upacara pemakaman seorang bayi, yang saya pun tidak tahu siapa namanya. Kau tahu? rasanya begitu perih.Waktu berlalu, mimpi mimpi menjadi resah tentang gelap, tentang merah dan tentang tangisan. Saya duduk di bangku kelas dua SMA, guru agama menerangkan tentang manusia, tubuh, kelahiran dan membawa satu boneka ke ruang kelas di siang panas.Teman-teman begitu cermat, jantung bedegup cepat, sepertinya ruang kelas menjadi berwarna ungu, ada balon balon kecil menabrak wajah saya. Entah..saya sudah berada di ruang UKS sekolah. Mereka bilang saya pingsan.Seperti sore itu,beberapa bulan lalu, saya pingsan di dalam kamar mandi kantor, setelah beberapa menit melihat film tentang darah dan kelahiran. Tubuh begitu lemas, sepertinya saya merasakan begitu sakitnya melahirkan.Jadi, hari ini saya menuliskan tentang kecamuk dalam pikiran . Rasanya perut mencengkram dan perih. Tidak apa. Saya tidak akan melawannya. Mengamati tubuh dalam penuh kesadaran, napas menari sunyi.

No comments: