18.5.09

tubuhku seperti permen


pikiran pikiran menari nari , seperti dalam aliran angin sungai terberai. Rindu, kesal, geram , kecewa semakin beraksi. Heli sekarang bermain dengan mata-matanya. Dia menutup mata, menghirup napas, kemudian mengintip dasar bawah sana . Segala ketakutan memburai , mengelabuinya. Heli membuka mata, melongok kebawahnya."ada apa disana ? ada apaaaaaa disanaaaaaa ?", teriaknya kalap
heli hanya mendengar gaung gaung yang mencekik lehernya, napasnya semakin memburu.
Heli hanya berdiri , mengepal kedua tangan.

Dibalik dingin angin...loka menatap tubuh heli dihadapnya.

"Heli , tubuhmu terasa apa ?" tanya loka

"tubuhku seperti permen", heli meringkuk

"kau yakin ?"loka menatap lekat

"AKU TIDAK SUKA PERMEN !" teriak heli


mereka berdua mendengar itu dalam limpung hari yang resah.






heli..terusik sakit. permen mengingatkan tentang upacara pemakaman.

No comments: