14.2.08

Pikiran

Mengapa pikiran menjadi begitu penting dalam seluruh kehidupan kita, pikiran adalah ide, respons terhadap timbunan ingatan di dalam sel-sel otak? Mungkin banyak di antara Anda bahkan tidak pernah bertanya seperti itu sebelum ini. Atau jika Anda pernah bertanya, mungkin Anda berkata, "Itu sangat tidak penting, yang penting adalah emosi." Tetapi saya tidak melihat bagaimana Anda bisa memisahkan keduanya. Jika pikiran tidak memberikan kelanjutan kepada perasaan, perasaan akan cepat mati.

Jadi, mengapa dalam kehidupan kita sehari-hari- -di dalam kehidupan kita yang terseok-seok, membosankan, menakutkan-- pikiran menjadi begitu penting secara tidak wajar? Bertanyalah kepada diri Anda sendiri seperti saya bertanya kepada diri saya sendiri--mengapa kita diperbudak oleh pikiran--licin, cerdik, pikiran yang mampu mengorganisir, mampu memulai sesuatu, mampu menciptakan begitu banyak hal, melahirkan begitu banyak perang, menciptakan begitu banyak ketakutan, begitu banyak kecemasan, yang terus-menerus membuat gambaran dan mengejar ekornya sendiri--pikiran yang menikmati kesenangan-kesenangan dari masa lampau, dan memberi kelanjutan kepada kesenangan itu pada saat kini dan juga ke masa depan -- pikiran yang selalu aktif, berceloteh, bergerak, menyusun, mengambil, menambah, beranggapan?

"Freedom from the Known" - 99

No comments: