18.12.07

Kerinduan Kue Putu


Terima kasih untuk ajiez  yang telah menyapa kenangan lama saya, kerinduan kue putu itu terobati di selasa sore tertanggal 27 november 2007. Setelah hujan disertai angin puting beliung menerpa kota solo, ajiez datang dengan senyuman membawakan sebungkus kue putu.Kue putu terbuat dari beras yang dihaluskan dan didalamnya diberi sedikit gula.Aromanya sangat lezat. Sore itu saya menikmati kue putu dengan ajiez dan kak lilin. Tetapi tahu tak? sebenernya saya juga merindukan bunyi ngiiiing dari lobang pengukus kue putu. Ya.. saya berharap bisa mendengar ngiiiiingg itu lagi dan menjumpai penjual kue putu.

Ini kejutannya, kemarin soretertanggal 17 Desember 2007, tepat 10 hari setelah ajiez membawakan kue putu , ketika saya, mami, dan kak lilin, koh asan sedang berbincang-bincang, saya mendengar suara ngiiiiiing itu kembali. Senang sekali, saya kemudian menghampiri penjual kue putu itu, saya memesan 9 kue putu tepat 10 hari setelah ajiez memberikan kue putu di sore suka suka setelah hujan puting beliung. Saya sempat berbincang bincang dengan bapak penjual kue putu itu, bapak itu bernama Bapak Karyadi.

Bapak karyadi asli wonogiri sudah 20 tahun menjadi penjual kue putu. Setiap harinya dia berjalan kaki dari rumahnya sekarang di Mojosongo solo. Padahal jarak antara mojosongo dan tempat saya sekarang di manahan sekitar 3 km. WOW..menawan sekali. Bapak karyadi sempat bilang ke saya, dia tidak suka menaiki sepeda, Bapak karyadi yang sederhana itu lebih suka berjalan kaki sekalian olahraga biar sehat. Dengan ceria dan bersemangat , akhirnya bapak karyadi memberikan 9 kue putu pesanan saya. Terima kasih bapak Karyadi. Kerinduan saya sudah terobati. Senin sore setelah hujan, saya, kak lilin, dan mami menikmati kue putu dan teh hangat yang sangat mengagumkan. Terima kasih Tuhan telah mengijinkan saya untuk menikmati senin sore yang membahagiakan :)

2 comments:

ajiz said...

hohoho..
nanti kapan-kapan saya bawakan kue putu lagii..

Dony Alfan said...

Kok cuman putu, lha mbahnya mana?